TANGIS TUHAN

Setiap aku lupa tunaikan shalat yang lima

Setiap rak bukuku berdebu dan Quran terselip di antaranya

Setiap aku makin jauh berjalan tanpa cahaya

Setiap tubuhku menggemuk akan nafsu dunia

Dan aku masih nyaring tertawa

Kurasa ada isak tangis di dada, nyesak

Bahkan dalam pergulatan semburat dosa-dosa

Tuhanku, Kaukah yang menangis?

Jawablah!

Aku sudah buta mata telinga. yang ada:

Dadaku banjir air mata

(SN. Mayasari H)

Iklan

“Bukalah mata tuan dan lihatlah. Di tempat petani meluku tanah yang keras. Di tempat pembuat jalan meratakan batu. Di situlah Tuhan. Bersama mereka Tuhan berpanas dan berhujan. Turunlah ke tanah berdebu itu, seperti Dia. Bangkitlah dari samadi. Hentikan meronce bunga dan membakar setanggi. Meski pakaian tuan lusuh dan kotor. Cari Dia dalam bekerja, dengan keringat di kening tuan.”

(rabindranath tagore)