MY WAY

My Way

And now, the end is near;
And so I face the final curtain.
My friend, I’ll say it clear,
I’ll state my case, of which I’m certain.

I’ve lived a life that’s full.
I’ve traveled each and ev’ry highway;
But more, much more than this,
I did it my way.

Regrets, I’ve had a few;
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

I planned each charted course;
Each careful step along the byway,
But more, much more than this,
I did it my way.

Yes, there were times, I’m sure you knew
When I bit off more than I could chew.
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall;
And did it my way.

I’ve loved, I’ve laughed and cried.
I’ve had my fill; my share of losing.
And now, as tears subside,
I find it all so amusing.

To think I did all that;
And may I say – not in a shy way,
“No, oh no not me,
I did it my way”.

For what is a man, what has he got?
If not himself, then he has naught.
To say the things he truly feels;
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows –
And did it my way!

(Words: Revaux, Francois, Anka; Voice: F. Sinatra)

KRONOLOGI SERANGAN ISRAEL ATAS GAZA

Israel terus melancarkan operasi di Jalur Gaza pada hari kedua, Ahad, sedangkan gerilyawan Palestina menembakkan roket-roket makin dalam ke wilayah Israel selatan.

Serangan-serangan udara Israel itu telah menewaskan sedikitnya 298 warga Palestina, sekitar 180 di antara mereka adalah pejabat keamanan gerilyawan HAMAS.Roket Palestina menewaskan seorang warga Israel.

Berikut ini adalah perkembangan pertempuran itu hingga Ahad pukul 23:00 GMT (Senin, pukul 6:00 WIB): (tanda bintang adalah perkembangan terkini) sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca lebih lanjut

“BAGHDAD KECIL” DI JALUR GAZA—BOM DAN TEROR KEPADA ANAK-ANAK

Oleh :Chaidar Abdullah

(ANTARA News)-Ada banyak mayat dan orang yang cedera, setiap detik satu korban dimasukkan ke dalam daftar korban tewas, dan tak ada ruang di kamar mayat.

Sanak-keluarga mencari di antara jajaran mayat dan korban cedera agar mereka dapat segera memakamkan anggota keluarga mereka yang menjadi korban keganasan Israel. Seorang ibu yang tiga anaknya yang masih usia sekolah meninggal dan ditumpuk satu sama lain di kamar mayat, berteriak dan menangis, berteriak lagi dan kemudian diam, demikian laporan koresponden Ha`aretz, Amira Hass.

Mustapha Ibrahim pada Sabtu (27/12) sore menyaksikan semua itu, di Rumah Sakit Shifa di Jalur Gaza. Sebagai seorang pemeriksa lapangan bagi satu organisasi hak asasi manusia, ia mengira bahwa ia telah kebal tapi tak ada yang mempersiapkan dia bagi apa yang dilihatnya. Korban cedera yang kondisinya tak terlalu serius diminta meninggalkan Rumah Sakit Shifa, agar tersedia tempat tidur kosong.

Dr. Haidar Eid, seorang dosen dalam Kajian Budaya di Al-Aqsha University, juga menyaksikan banyak mayat dan korban cedera pada Sabtu, dan anak-anak yang anggota tubuh mereka terputus.

Baca lebih lanjut

Wilujeng Mapag Taun Enggal

Tonggeret ting jalerit, indung peuting patingcokeak, kica-kica baranang minuhan langit, tatabeuhan hayuh disarada, lalay badot ngantay di unggal tangkal kai, parupuyan ngelun ti unggal lembur, kaambeu kotok tutung jeung barangas jagongna. Naha enya ieu the mapag taun enggal nu bakal dongkap? Jigana enya kitu. Wilujeng atuh ah, ngiring bingah weh…

(SMS dari Karyawan Fathurachman)