Hanya Ada di Brazil: Ponsel iPhone Berbasis OS Android

Image

Menang atas merek dagang “iPhone”, perusahaan asal Brasil Gradiente SA mulai memasarkan smartphonenya.

Nama boleh sama, tapi iPhone yang satu ini malah menggunakan OS Android.

Sebagaimana dikemukakan pada http://www.cellular-news.com, Gradiente telah mendaftarkan merek dagang iPhone untuk digunakan di negaranya pada 2000.

Selanjutnya, penggunaan merek dagang ini meluas, termasuk ke produk smartphone pada 2008. Sialnya, Apple lebih dulu berjualan aplikasi untuk smartphone yang memiliki nama sama.

iPhone yang dijual Gradiente pada dasarnya adalah smartphone Android entry level. OS-nya masih menggunakan Android 2.3 atau Gingerbread. Harganya juga lebih rendah dibanding iPhone buatan Apple, yakni USD 300.

Kemenangan ini membuat Gradiente berhak memiliki merek dagang iPhone di Brasil secara eksklusif hingga 2018. Namun tidak dijelaskan, bagaimana nasibnya setelah masa kepemilikan tersebut berakhir.

Sementara itu, Apple harus mengalah. Bukan kali ini saja perusahaan asal Cupertino, California, AS ini harus memperjuangkan merek dagang produknya. Di China, Apple harus membayar guna mengamankan nama “iPad”.

Perusahaan asal China mengklaim bahwa merek dagang itu adalah miliknya dan telah didaftarkan untuk digunakan di China, jauh sebelum iPad buatan Apple diproduksi.

Sumber: http://www.cellular-news.com/story/57957.php

Iklan

UNTUK AYAH

UNTUK AYAH

(Nur Atik Kasim)

Pada puisi ijinkan aku ayah
Bercerita tentang gerimis yang
Mengiringi kepergianmu
Atau hujan yang membasahi pilar nisanmu
Pohon kamboja mulai meranggas
Meski bunga kecil berteduh di bawah daun-daun kering
Pada puisi aku datang ayah
Bukan hendak menggugat takdir kematianmu
Atau menghujat sangat pemilik maut
Kali ini ingin aku katakan
Kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus
Perenungan panjang untuk dipahami
Bahwa hidup adalah pembuktian
Tuk wujudkan syukur dan sabar
Ketika harus menjalani scenario-Nya
Pada puisi aku akan kembali menemui ayah
Lewat goresan pena
Yang mengajariku tentang arti kematian
Bila esok telah kutemukan
Muara kasih-Nya tak bertepi
Akan kuceritakan kembali
Sepuluh malam kepergianmu
Dan sepuluh bunga yang masih berteduh
Di bawah pohon-pohon kamboja

BANGKIT ITU…

Bangkit itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu… Takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu… tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu… Aku
…untuk Indonesiaku

(Deddy Mizwar)

KERENDAHAN HATI

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

(Taufik Ismail)