KRONOLOGI SERANGAN ISRAEL ATAS GAZA

Israel terus melancarkan operasi di Jalur Gaza pada hari kedua, Ahad, sedangkan gerilyawan Palestina menembakkan roket-roket makin dalam ke wilayah Israel selatan.

Serangan-serangan udara Israel itu telah menewaskan sedikitnya 298 warga Palestina, sekitar 180 di antara mereka adalah pejabat keamanan gerilyawan HAMAS.Roket Palestina menewaskan seorang warga Israel.

Berikut ini adalah perkembangan pertempuran itu hingga Ahad pukul 23:00 GMT (Senin, pukul 6:00 WIB): (tanda bintang adalah perkembangan terkini) sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca lebih lanjut

“BAGHDAD KECIL” DI JALUR GAZA—BOM DAN TEROR KEPADA ANAK-ANAK

Oleh :Chaidar Abdullah

(ANTARA News)-Ada banyak mayat dan orang yang cedera, setiap detik satu korban dimasukkan ke dalam daftar korban tewas, dan tak ada ruang di kamar mayat.

Sanak-keluarga mencari di antara jajaran mayat dan korban cedera agar mereka dapat segera memakamkan anggota keluarga mereka yang menjadi korban keganasan Israel. Seorang ibu yang tiga anaknya yang masih usia sekolah meninggal dan ditumpuk satu sama lain di kamar mayat, berteriak dan menangis, berteriak lagi dan kemudian diam, demikian laporan koresponden Ha`aretz, Amira Hass.

Mustapha Ibrahim pada Sabtu (27/12) sore menyaksikan semua itu, di Rumah Sakit Shifa di Jalur Gaza. Sebagai seorang pemeriksa lapangan bagi satu organisasi hak asasi manusia, ia mengira bahwa ia telah kebal tapi tak ada yang mempersiapkan dia bagi apa yang dilihatnya. Korban cedera yang kondisinya tak terlalu serius diminta meninggalkan Rumah Sakit Shifa, agar tersedia tempat tidur kosong.

Dr. Haidar Eid, seorang dosen dalam Kajian Budaya di Al-Aqsha University, juga menyaksikan banyak mayat dan korban cedera pada Sabtu, dan anak-anak yang anggota tubuh mereka terputus.

Baca lebih lanjut

Wilujeng Mapag Taun Enggal

Tonggeret ting jalerit, indung peuting patingcokeak, kica-kica baranang minuhan langit, tatabeuhan hayuh disarada, lalay badot ngantay di unggal tangkal kai, parupuyan ngelun ti unggal lembur, kaambeu kotok tutung jeung barangas jagongna. Naha enya ieu the mapag taun enggal nu bakal dongkap? Jigana enya kitu. Wilujeng atuh ah, ngiring bingah weh…

(SMS dari Karyawan Fathurachman)

 


KITA TERLALU BANYAK “MENGHAKIMI” ORANG LAIN DARIPADA “MENGHAKIMI” DIRI SENDIRI

Kita terlalu banyak “menghakimi” orang lain daripada “menghakimi” diri sendiri
Lihat ke cermin kaca, mari kita lihat dulu siapa yang ada dibalik wajah ini
Tengok ke dalam relung hati kita
Karena kita tidak akan pernah tahu 
Jika yang kita vonis “salah” ternyata “benar”?

Yang kita vonis "benar" ternyata "salah"?

Hanya Allah yang punya hak prerogatif menentukan mana yang “salah” dan mana yang “benar”.
Yang salah, adalah bila kita tidak “berusaha” menjadi bagian “gerbong” kereta ajaran Rasulullah SAW
Kita sama-sama belajar untuk setidaknya “mendekati” kebenaran
Yang kadang kebenaran seakan samar dibalik Arogansi, Subyektifitas, Nafsu, Dengki, Amarah, serta Kesombongan
Dan penyakit hati yang berujung pada pembenaran diri kita dan label “salah” pada orang lain
Unknown source