Kun Fayakun

“Kun Fayakun!” Kata-Mu

Lalu segala bermuara pada kehendak-Mu

Baurkan hidup dalam belanga tanpa batas

(Di beranda, seorang lelaki tua mengusap rambut

bocah tak bernama,

“Kita tak harus mengerti segalanya, Nak…”)

Seperti lautan, riak-Mu tak pernah terbaca

“Kun Fayakun!” kata-Mu

Segala impian hanyalah satu dari seribu satu kemungkinan

ketika pelataran bumi diwarnai kuasa-Mu

“Kun Fayakun!” Kata-Mu

Ya Rabbi,

Melatikanlah dalam batinku

Putih keagungan-Mu

agar bisa kuterima segala “Kun Fayakun”-Mu

(fia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s