Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 30 Mei, 2008
Bangkit itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu… Takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu… tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu… Aku
…untuk Indonesiaku
(Deddy Mizwar)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: bangkit, deddy mizwar, kebangkitan nasional | 2 Komentar »
Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 23 Mei, 2008
Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu …
Entah kapan kau bisa kutangkap
(Sapardi Djoko Damono)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: nokturno, sapardi djoko damono | Leave a Comment »
Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 23 Mei, 2008
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: mencintai dengan sederhana, sapardi djoko damono | Leave a Comment »
Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 23 Mei, 2008
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
(Taufik Ismail)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: kerendahan hati, taufik ismail | Leave a Comment »
Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 22 Mei, 2008
cinta berlalu di depan kita,
terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan,
atau bersembunyi di dalam kegelapan;
atau yang lain mengejarnya,
untuk berbuat jahat atas namanya.
(Kahlil Gibran)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: cinta, Kahlil Gibran, kerendahan hati | Leave a Comment »