Zuryawan Isvandiar Zoebir’s Blog

Just another Zuryawan Isvandiar Zoebir’s Blog

Arsip untuk September, 2008

KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 26 September, 2008

Salah seorang pemimpin yang jujur dan adil namun harus mengalami pembunuhan tragis ketika memangku jabatan, adalah Umar bin Khattab (581-644). Ia kepala negara (khalifah). Dalam menjalankan pemerintahan yang adil, jujur dan bijaksana, ia menulis “Risalatul Qada” atau “Dustur Umar”. Berisi petunjuk bagi pejabat-pejabat bawahannya dalam menerapkan keadilan dan kejujuran dalam pemerintahan. Umar membagi tipe pemimpin dalam empat jenis.
Pertama, yang berwibawa. Tegas terhadap penyeleweng, koruptor dan penjahat negara, tanpa pandang bulu. Sekalipun dirinya sendiri atau keluarganya, tetap akan ditindak menurut hukum yang berlaku. Pemimpin semacam ini dikategorikan mujahid fi sabilillahi. Negara yang dipimpinnya, rakyat yang diayominya, akan mengalami keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan lahir batin, di bawah naungan ampunan Allah SWT ( baldatun thayyibatun wa Rabbun gafur).
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Rasulullah | Bertanda: , , | Leave a Comment »

BILA IBU BOLEH MEMILIH

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 24 September, 2008

BILA IBU BOLEH MEMILIH

Anakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena ketika mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam My Wisdom Words | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

AIR MATA RASULULLAH SAW

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 24 September, 2008

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Rasulullah | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

PENEMUAN JATI DIRI JENDERAL ADOLF ROBERTO (AHMAD IZZAH)

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 19 September, 2008

Suatu sore, di tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ serasa hening mencengkam. Jenderal Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo penjara’ itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu ‘jenggel’ milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka.
Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. “Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata. Namun, apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap sajabersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Islami | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

TUHAN MAAFKAN AKU

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 6 September, 2008

TUHAN, MAAFKAN AKU

Tuhan, maafkan aku
114 surat yang kau kirim
tak pernah sempat kubalas
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam My Wisdom Words | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 6 September, 2008

HUTAN KELABU DALAM HUJAN

kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian

(Sapardi Djoko Damono)

Ditulis dalam My Wisdom Words, Poem | Bertanda: , , | 3 Komentar »

HUJAN BULAN JUNI

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 6 September, 2008

HUJAN BULAN JUNI

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni,
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Damono)

Ditulis dalam My Wisdom Words, Poem | Bertanda: , , | Leave a Comment »