Zuryawan Isvandiar Zoebir’s Blog

Just another Zuryawan Isvandiar Zoebir’s Blog

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 27 Maret, 2008

dinni-widya021

ISTRI YANG SUCI

(JALAN CAHAYA)

Siapakah engkau, istri, yang menyelinap ke dalam kehidupanku? Kita hadir dari dimensi ruang dan waktu dan masa lalu yang berbeda, bahkan, saling tak mengenal. Tapi, mengapa disaat bertemu, kita seketika saling mempercayai untuk membangun kebersamaan, dalam perjalanan?

Sungguh, begitu mulia, mahligai pernikahan. Pernikahan membuat kita saling terbuka, saling mempercayai. Tak mengherankan, jika Allah menempatkan jodoh pada kelompok ilmu-Nya yang tak dapat diungkapkan dengan jelas oleh hamba-Nya.

Siapakah yang mengirimmu ke dalam kehidupanku, istri? Allah, betapa maha pengasih Dia, yang memberikanmu sebagaimana sunnahtullah-Nya agar mahluk hidup berpasang-pasangan. Tapi, kenapa di tengah rasa superioritas kaum pria, seringkali abai memahami bila istri merupakan ‘pemberian’-Nya? Betapa aku maupun kaumku, para lelaki yang merasa hebat, seringkali menghanguskanmu ke dalam api kemarahan.

Di saat engkau berbaring di sisi tulang rusuk kiriku, betapa aku ingin merumuskan hakikatmu. Tapi, mengapa sulit merumuskanmu: engkau, mahluk yang kuat ketika lemah, begitu manja ketika tegar. Engkau, bahkan, lebih kuat menanggung penderitaan ketika sendirian. Sungguh berbeda dengan laki-laki yang dicitrakan hebat (adakah kekuatan pria justru menjadi kelemahan ketika ia ditinggalkan sendirian sehingga cenderung mencari kembali pasangan hidupnya demi menyokong superioritasnya?)

Kodrat kaummu serba kontradiktif. Itukah penyebabnya Nabi SAW berfatwa, ‘’sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya.” (HR.Aththahawi).

Namun, bagiku, istri merupakan cobaan bagi suami. Mengapa demikian? Karena engkau, istri bersama kaummu, mendapatkan kemuliaan-Nya. Perempuanlah yang memiliki sifat rahim. Di rahim, perlambang kasih, Allah menumbuhkan janin. Dengan kasih dari pemilik rahim, anak-anak tumbuh, menjadi muslim dan muslimah. Dengan anugerah kemuliaan semacam itu, kenapa masih ada perempuan alpa pada kesucian makna rahim, justru ketika memiliki rahim?

Betul, engkau istri, bukan pemimpin utama. Tapi, sesungguhnya engkau menentukan, ketika hanya menjadi posisi pendamping. Engkau, di saat menjadi istri yang suci, semestinya menjadi pengawas suami saat keliru melangkah. Siapa yang dapat mengukur air matamu yang berderai di saat engkau berdoa memohon agar Allah menunjukkan jalan yang benar pada suami? Airmata yang selama ini dicitrakan sebagai kelemahan justru menjadi kekuatan untuk mengembalikan suami  dan keluarganya ke jalan yang benar.

Tapi, siapakah engkau, istri, yang menyelinap ke dalam kehidupanku? Istri-istri yang suci justru merupakan jalan bercahaya menuju-Nya. Kesucianmu menjadi suar di tengah keluarga tempatmu berada untuk membentuk keluarga sakinah. Cahayamu menerangi perjalanan menuju pada-Nya. Kesabaran dan keikhlasanmu mengelola rumah tangga membuat suami dan keluarga merasa khidmat untuk beribadah.

Sebaliknya, istri-istri ‘musyrik’, bagai lorong gelap yang menyesatkan. Karena itu, istri, jadilah engkau suci untuk menjadi jalan bercahaya bagi keluarga.

Wahai istri, di saat engkau menjadi jalan bercahaya, mengapa mesti menggantinya? Bukankah sejatinya, aku mencintaimu karena cintaku pada-Nya yang memuliakanmu, istri yang suci!

(unknown source)

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words, Poem | 1 Komentar »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 25 Maret, 2008

YANG TERBAIK BAGIMU (JANGAN LUPAKAN AYAH)

teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
indahnya saat itu buatku melambung
disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
patuhi perintahmu jauhkan godaan
yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
aku terus berjanji tak kan khianati pintanya
ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

andaikan detik itu kan bergulir kembali
ku rindukan suasana basuh jiwaku
membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

(ADA BAND)

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words, Poem | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 25 Maret, 2008

PESONA POTRETMU

(Ada Band)

Letih terlihat diwajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah
Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini
Menemani hingga ku dewasa
Derai airmata dan pengorbananmu takkan tergantikan
Terima kasih ibu..
Waktu cepat bergulir
Sisakan banyak kisah
Dia yang kau cintai t’lah lama meninggalkan dirimu sendiri
Namun tetap kau berdiri tegak pada dunia

lebaran-di-gn-puntang2-1

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words, Poem | Leave a Comment »

DOA AYAH

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 22 Mei, 2008

DOA AYAH

wisuda-sman-2-bogor1

ya Allah,

bentuklah anakku menjadi seseorang yang cukup kuat

untuk menyadari kelemahan dirinya

yang memiliki rasa bangga dan keteguhan

dalam kegagalan yang tulus

serta rendah hati dan jujur dalam keberhasilan

ya Allah,

jadikanlah anakku seseorang yang tahu adanya engkau

dan mengenali dirinya

sebagai permulaan dari segala yang akan ia ketahui

ya Allah,

bimbinglah ia bukan di jalan yang mudah

tetapi di jalan yang penuh tempaan, tantangan dan kesulitan

ajarilah ia ya Allah

untuk sanggup berdiri dengan teguh ditengah badai

serta berbelah kasih kepada mereka yang jatuh

ya Allah,

jadikanlah anakku seseorang yang berhati suci dan bercita-cita luhur

mampu memimpin dirinya sebelum memimpin orang lain

mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu

ya Allah,

semua ini adalah karunia dari kemurahan dan kebesaran-Mu

dan berikanlah aku kekuatan untuk berbisik lirih kepada-Mu ya Allah :

tak sia-sia lah aku hidup sebagai ayahnya


Untuk Anak-anakku : Firstadian, Diandra dan Amartyadian

(sebuah modifikasi dari doa General Mc Arthur buat anaknya)

Ditulis dalam My Wisdom Words | Bertanda: | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 15 Agustus, 2008

AN APACHE’S ADVICE TO HIS SON

my son, you know and will help in this world

you must do something

you run to that mountain and comeback

that will make you strong

my son, you know no one is your friend

not even your sister, your brother or your father

your legs are your friend

your hands are your friend

your hair is your friend

you must do something with them

someday you will be with people who are starving

you call have get something for them

if you go to me where

you must beat the enemy who are attacking you

before they get over the hill

before they beat you

you must get in front of them

and bring them back dead

then all the people will be proud of you

then you will be the only man

then all the people will talk about you

this is way why i talk to you in this way

(geronimo on his own story – the autobiography of great patriot warrior)

Untuk Anak-anakku : Firstadian, Diandra dan Amartyadian


Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words, Poem | Bertanda: | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 15 Mei, 2008

“Anaking, geura teuteup ieu langit, geura tancebkeun impian jeung harepan hidep saluhur luhurna lir langit anu teu weleh mawa kaendahan, da hirup mah gumantung kana pangharepan jeung cita-cita urang. Anaking geura papag jeung geura udag eta impian téh sing ngawujud dina kanyataan sing ngabukti dina bebeneran ku elmu jeung kasholehan…”

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 10 Mei, 2008

”…sekali sepi terasa sunyi, sekali senyap ikutlah lenyap, pergilah ke angan, kau akan tercengang, terinjak hampa bagai serapah, terbawa pekat oleh malaikat, terdiam disini menunggu hari, hari yang indah untuk mati…”

Ditulis dalam My Wisdom Words, Poem | Bertanda: | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 11 Maret, 2008

Kita tidak bisa mendapatkan semua keinginan kita agar bisa mensyukuri apa yang telah kita dapat…

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words | Leave a Comment »

MY WAY

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 10 Maret, 2008

My Way

And now, the end is near;
And so I face the final curtain.
My friend, I’ll say it clear,
I’ll state my case, of which I’m certain.

I’ve lived a life that’s full.
I’ve traveled each and ev’ry highway;
But more, much more than this,
I did it my way.

Regrets, I’ve had a few;
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

I planned each charted course;
Each careful step along the byway,
But more, much more than this,
I did it my way.

Yes, there were times, I’m sure you knew
When I bit off more than I could chew.
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall;
And did it my way.

I’ve loved, I’ve laughed and cried.
I’ve had my fill; my share of losing.
And now, as tears subside,
I find it all so amusing.

To think I did all that;
And may I say – not in a shy way,
“No, oh no not me,
I did it my way”.

For what is a man, what has he got?
If not himself, then he has naught.
To say the things he truly feels;
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows -
And did it my way!

(Words: Revaux, Francois, Anka; Voice: F. Sinatra)

Ditulis dalam Hikmah, My Wisdom Words, Poem | Bertanda: | Leave a Comment »

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 8 Maret, 2008

    “Gw sangat percaya, gag ada orang yg benar2 jahat. Gag ada manusia yang terlahir menjadi jahat. Tapi juga gag ada manusia yang gag punya kebencian.The devils know this. That’s why so much easy to be an evil.”

Ditulis dalam Hikmah | Leave a Comment »

Love…

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 26 Januari, 2008

“Love can’t be forced. Love should be voluntary. I just take pleasure in my feeling. Enjoy that I actually still capable of giving. Still capable of embraced my heart. And you don’t ask for love, you don’t ask back to have love.”

Ditulis dalam My Wisdom Words, Poem | Bertanda: , | Leave a Comment »

KRONOLOGI SERANGAN ISRAEL ATAS GAZA

Ditulis oleh Zuryawan Isvandiar Zoebir di/pada 2 Januari, 2008

Israel terus melancarkan operasi di Jalur Gaza pada hari kedua, Ahad, sedangkan gerilyawan Palestina menembakkan roket-roket makin dalam ke wilayah Israel selatan.

Serangan-serangan udara Israel itu telah menewaskan sedikitnya 298 warga Palestina, sekitar 180 di antara mereka adalah pejabat keamanan gerilyawan HAMAS.Roket Palestina menewaskan seorang warga Israel.

Berikut ini adalah perkembangan pertempuran itu hingga Ahad pukul 23:00 GMT (Senin, pukul 6:00 WIB): (tanda bintang adalah perkembangan terkini) sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »